Hi Bye Mama!

By Galindra Sisoka - Juni 10, 2021

Sudah lama sekali sejak terakhir kali saya menulis blog.
Mungkin sekitar dua atau tiga tahun yang lalu. Karena harus mengarungi kehidupan yang tak mudah, menulis blog masuk ke dalam daftar hal kesekian yang harus saya lakukan.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengulas tentang drama Korea yang baru saya selesaikan. Judulnya, Hi Bye Mama. Sebenarnya saya bukan tipe orang yang menyukai drama Korea. Ada beberapa judul yang saya coba ikuti, namun berhenti di episode sepuluh atau sebelas karena saya sudah tak memiliki hasrat untuk melanjutkan menonton :)

Namun, berbeda halnya jika tema yang disuguhkan adalah keluarga, persahabatan dan hubungan antara orangtua dan anak. Dengan semangat saya akan melahapnya sampai episode terakhir !

Baiklah, kita mulai saja ulasan film-nya ya...

                                            



Drama serial Hi Bye Mama! resmi dirilis pada tahun 2020. Serial ini merupakan serial original Netflix. Pada episode pertama, kita akan diperkenalkan dengan sang tokoh utama bernama Cha Yu-ri. Dia adalah seorang arwah gentayangan yang meninggal karena kecelakaan. Mendengar kata arwah cukup membuat dahi berkerut ya... Tapi memang genre dari film seri ini adalah Drama dan fantasi.
Cha Yu-ri mengalami kecelakaan saat sedang mengandung anaknya yang saat itu sudah memasuki due date atau tanggal perkiraan lahir. Dia ingin keluar rumah sebentar untuk urusan pekerjaan. Namun sial, saat hendak menyeberang jalan, terjadi sebuah kecelakaan antara mobil dan pengendara motor, akibatnya sang pengendara mobil kehilangan kendali dan menabrak Yu-ri yang sedang berada di bahu jalan.

Cerita berlanjut dengan adegan Yu-ri yang menjadi arwah dan selalu mengikuti orang-orang yang disayanginya. Mulai dari suaminya, anaknya, orangtua, adiknya dan juga pasangan suami istri sahabatnya. Hal inilah yang paling membuat saya sedih. Yu-ri harus menyaksikan orang-orang disekitarnya menderita karena tenggelam dalam kesedihan berlarut-larut yang disebabkan karena kematiannya. Selama lima tahun Yu-ri selalu mengikuti orang-orang yang menyayanginya. Tiba-tiba pada malam hari bersalju di tengah kota, Yu-ri diberi kesempatan untuk hidup kembali oleh Dewa. Dan di hidupnya yang kedua itulah semua cerita dimulai.

Yang paling menarik dari drama ini menurut saya adalah, tema keluarga dan persahabatan yang sangat kental. Saya bisa menitikkan air mata berulang kali karena menyaksikan perjuangan orang tua untuk melindungi anaknya. Apa pun akan dilakukan termasuk tidak melakukan apa-apa :)

Kenapa saya biilang tidak melakukan apa-apa juga merupakan perjuangan orang tua untuk anaknya ? Karena terkadang, lebih baik saat kita tidak mengetahui semuanya. Dengan begitu, kita tidak perlu berharap pada siapa pun dan apa pun.

Bagi kalian yang belum nonton drama serial Hi Bye Mama, saya sangat merekomendasikan serial ini. Terutama bagi yang kurang berminat dengan drama romansa dan lebih menyukai drama dengan tema keluarga dan persahabatan. Banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari serial ini. Salah satunya adalah pergunakan waktu kita sebaik mungkin selama kita masih diberi kesempatan untuk hidup dan menghabiskan waktu dengan orang-orang terkasih. Selalu ucapkan terima kasih dan bersyukur karena mereka menyayangi, selalu hadir dan berdoa untuk kita.

Karena, saat kita tak mampu lagi melakukan hal-hal sederhana itu, kita baru sadar betapa besar dampaknya dari mengatakan hal-hal baik dan mengekspresikan rasa sayang kita kepada pasangan, orang tua, anak dan sahabat. Karena, setiap manusia memiliki alergi. Yaitu alergi terhadap kematian. Manusia lemah di hadapan kematian. Maka dari itu, nikmati hidup, jalani hidup dan syukuri hidup kita hari ini dengan versi terbaik diri kita.


With Love

G.





  • Share:

You Might Also Like

0 komentar